Isra Miraj adalah peristiwa mukjizat perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, terdiri dari Isra (perjalanan fisik dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) dan Miraj (kenaikan vertikal hingga Sidratul Muntaha di langit ketujuh) untuk menerima perintah salat lima waktu sebagai ibadah pokok umat Islam. Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab dan menjadi simbol kebesaran Allah SWT serta pengingat akan pentingnya salat.
Adapun hikmah dari perjalanan Isra Mi’raj ini yang sangat berati salah satunya salah satunya adalah penetapan shalat lima waktu dalam sehari semalam memiliki makna yang dalam. Shalat menjadi pengingat kewajiban muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT di tengah kesibukan sehari-hari. Isra Mi'raj tidak hanya mengukuhkan pentingnya shalat, tetapi juga menegaskan kekuatan, keimanan, dan ketakwaan Nabi Muhammad SAW, serta menjadi bukti keajaiban dan kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia.
Peristiwa Isra Mi'raj menjadi peringatan bagi umat Islam untuk senantiasa menjalankan shalat dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Melalui shalat, umat Islam dapat memperkuat hubungannya dengan Allah SWT, mencari ketenangan batin, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Demikianlah kultum tentang Isra Mi'raj yang disampaikan dalam Selamatan Malam Isra Mi'raj di Mushola Nurul Iman RT 001/002 Dusun Kwadungan II Desa Kwadungan. Selamatan yang dihadiri oleh umat Islam warga RT 001/003 ini dipimpin oleh Bpk Supeno selaku Ketua Takmir Mushola Nurul Iman.
Dengan adanya tradisi Selamatan rejeban ini semoga menambah kerukunan antar warga, dan peringatan isra mi'raj dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita sebagai umat Islam.